Beranda | Artikel
Tafsir Ali Imran Ayat 86 – Adzab Bagi Yang Murtad dari Islam
Rabu, 27 September 2023

Bersama Pemateri :
Ustadz Abu Yala Kurnaedi

Tafsir Ali Imran Ayat 86 – Adzab Bagi Yang Murtad dari Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 5 Rabi’ul Awal 1445 H / 21 September 2023 M.

Tafsir Tafsir Ali Imran Ayat 86 – Adzab Bagi Yang Murtad dari Islam

كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Bagaimana Allah akan memberikan petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul (Muhammad) adalah benar-benar rasul, dan setelah bukti-bukti yang benar sampai kepada mereka? Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang dzalim.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 86)

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah mereka beriman? Ini merupakan pernyataan yang menunjukkan jauh. Artinya jauh bagi mereka yang kafir setelah beriman mendapatkan hidayah dan mengenal Al-Haq (kebenaran), akan tetapi mereka tidak mengikuti Al-Haq tersebut. Maka mereka diberikan sanksi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan dijauhkan dan diharamkan dari mengikuti kebenaran. Ini adalah siksaan Allah kepada mereka.

Ini mirip dengan firman Allah Ta’ala dalam Surah Al-An’am ayat 110:

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

“Kami palingkan hati dan penglihatan mereka seakan-akan mereka tidak beriman seperti pertama kali. Dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.” (QS. Al-An’am[6]: 110)

Ini juga semakna dengan firman Allah Ta’ala:

…فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Ketika mereka tersesat, maka sekalian Allah sesatkan hati mereka, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. As-Saff[61]: 5)

Di Surah Ali Imran ayat 86 ini, Allah berfirman, “Bagaimana Allah akan memberikan petunjuk kepada suatu kaum yang kafir setelah keimanan mereka?” Artinya, mereka mengetahui kebenaran, mereka membenarkan bahwa ia datang dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun mereka kafir setelahnya. Mereka kafir karena hasad terhadap Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereja juga sombong.

Orang-orang Yahudi mengetahui bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berada di atas kebenaran. Mereka mengetahui bahwa ia adalah Rasulullah. Akan tetapi, karena hasad, mereka tidak beriman mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena Nabi Muhammad itu dari kaum Arab, sedangkan mereka menginginkan kenabian itu dari Bani Israil.

Ada tiga hukum yang bisa kita baca dari ayat yang mulia ini:

Adzab Bagi Yang Murtad dari Islam

Orang yang keluar dari Islam diberikan hukuman oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia bisa jadi terkadang tidak kembali lagi ke Islam. Makanya bisa dilihat, orang yang mencari kebahagiaan dunia dengan cara keluar dan mencela Islam, hidupnya tidak akan bahagia. Dan ketika dia menjadi kafir, orang-orang kafir pun tidak menghormatinya. Ketika dia menjadi sengsara di dunia, itu pun dia mau kembali ke Islam. Ini adalah siksaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Memang ada orang yang murtad, kemudian kembali ke Islam, ini ada. Tetapi ini ancaman dari Allah. Orang yang keluar dari Islam, kadang Allah berikan siksaan dengan tidak kembali kepada Islam, ini merupakan kehinaan yang sangat besar. Karena orang yang meninggalkan kebenaran setelah mengetahui kebenaran, maka diharamkan kembali kepada kebenaran itu sebagai sanksi kepadanya.

Di sini, bisa kita lihat, Allah mengabarkan bagaimana Allah akan memberikan petunjuk kepada kaum yang kafir setelah keimanan mereka?

Dari hukum yang pertama ini, ada cabang hukum yang harus kita ketahui. Bahwa orang yang murtad diberikan sanksi dalam Islam. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Barangsiapa yang keluar dari Islam maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya orang yang murtad itu hukumannya adalah dibunuh dalam Islam.

Dan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لاَ يَحِلُّ دَمُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ المُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ

“Tidak halal darah seseorang, kecuali dengan salah satu dari tiga hal; karena membunuh jiwa, orang yang sudah pernah nikah berzina, orang yang murtad dari agamanya dan yang berpisah dari jamaah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi orang yang murtad wajib dibunuh kalau tidak bertaubat. Hal ini karena dia telah mengetahui kebenaran kemudian dia bermain-main. Maka tidak pantas dia hidup bermain-main dengan agama. Dan bisa jadi nanti dia diikuti oleh yang lain.

Tetapi tentunya yang menerapkan hukumnya bukan semua orang. Tapi ini dikembalikan kepada pemerintah. Dan orang tersebut dimintai taubat dulu. Tidak boleh dibunuh kecuali setelah dimintai taubatnya. Taubatnya adalah dengan ditunggu selama tiga hari. Setelah tiga hari dia berpikir tapi tetap kafir, berarti memang dia betul-betul kafir. Maka dibunuh.

Setelah meninggal, hukumnya tidak dimandikan, tidak dikafankan, tidak dishalatkan, tidak dikuburkan di kuburan kaum muslimin, hartanya menjadi fai yang diserahkan ke baitul mall (tidak boleh ada yang mewarisinya baik dari kerabat yang muslim atau yang kafir).

Begitu juga tidak boleh bagi kerabatnya yang Islam atau bagi kaum muslimin secara umum memintakan ampun kepada Allah untuknya. Atau mensedekahkan untuk dirinya, sebagaimana yang dilakukan untuk orang Islam.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/53385-tafsir-ali-imran-ayat-86-adzab-bagi-yang-murtad-dari-islam/